Sejarah Paroki

Perjalanan iman, pertumbuhan, dan perkembangan komunitas umat beriman dari masa ke masa.

Paroki Kristus Raja Gido mulai dirintis pada tahun 1983 atas usulan Pastor Paroki Idanogawo, P. Alfred Kugler, OFMCap, bersama para katekis dan tokoh umat. Usulan tersebut ditujukan kepada Keuskupan Sibolga untuk mendirikan pusat pelayanan pastoral baru di wilayah Gido. Pada awal 1984, pembangunan fasilitas awal paroki dimulai dan pada Mei 1984 Pastor Alfred Kugler mulai menetap di Gido serta menjalankan pelayanan pastoral dan administrasi. Selanjutnya, pada 1 Januari 1985, wilayah Gido secara resmi diresmikan sebagai Distrik Gido, yang kemudian dikenal sebagai Paroki Kristus Raja Gido, oleh Mgr. Anicetus B. Sinaga, OFMCap. Pastor Alfred Kugler, OFMCap menjadi pastor pertama yang memimpin paroki tersebut. Seiring perkembangannya, Paroki Kristus Raja Gido menjadi salah satu pusat pelayanan pastoral yang melayani umat di wilayah Kabupaten Nias dan Kota Gunungsitoli. Berdasarkan data tahun 2012, paroki ini memiliki sekitar 7.361 umat dalam 1.412 keluarga dan menaungi 39 stasi. Hingga kini, Paroki Kristus Raja Gido terus berkembang dalam pelayanan iman, pastoral, pendidikan, dan kehidupan sosial umat di wilayahnya.

Logo Paroki

Paroki Kristus Raja Gido

Pusat pelayanan umat katolik di hiliweto Gido.